1. Sebuah divisi di satu perusahaan memiliki atasan yang jutek, galak, dan task oriented. Untuk sebagian orang akan membuatnya makin semangat bekerja, dan untuk sebagian lainnya mungkin tidak menyukai atasannya tersebut, malah menyebarkan kebencian pada teman-temannya dan bahkan departemen lainnya. Menurut Anda mana yang lebih betah dan tenang kerja di perusahaan tersebut?
  2. Jika Anda pelaku bisnis, mungkin pernah melihat rekan-rekan Anda ketika menghadapi harga bahan baku yang semakin gak karu-karuan dan biaya produksi yang semakin tinggi. Sebagian dari mereka lantas membenci keadaan, menyalahkan resesi ekonomi hingga menyalahkan pejabat publik yang baru saja diserahi amanah untuk mengurus rakyatnya. Tapi sebagian besar lain, mencari alternatif solusi bisnis, berpikir kreatif dan inovatif, mengefektifkan sistem bisnisnya dan kemudian meraup keutungan dari krisis yang sedang ada dihadapannya. Kenapa krisis yang sama membuahkan berbagai level hasil yang berbeda ?
  3. Mungkin Anda pernah mengamati,  betapa seringnya melihat orang tua yang stress dan depresi ketika harus berhadapan dengan perilaku anak kecil yang unpredictable dan bisa berubah mood dengan cepat. Sementara sebagian orang tua lainnya, malah membuatnya asyik bisa berkreatifitas menciptakan berbagai kegiatan harian yang seru dengan anak-anaknya. Kok bisa ?

Memberikan respons, ternyata bisa di pelajari. Itu sebabnya merespons dikatakan sebuah “seni”, karena ia tidak hanya terpaku pada science. maka dari itu ia membutuhkan latihan.

Respons yang kita berikan, berdampak tidak hanya untuk diri kita, ia seperti garpu tala yang ketika  didengungkan maka getarannya akan menjalar ke garputala yang lain untuk menjadi harmoni. Semakin kita belajar mendesainnya, semakin banyak ilmu yang kita dapatkan, semakin pas dan tepat kita      memberikan respon, akan semakin dirasakan kebermanfaatan bagi manusia sekitar dan semakin     mulia kita di hadapan makhluk dan  Khalik.

Saking pentingnya seni merespon ini, bahkan syurga atau sebaliknya bisa kita dapatkan. Bukankah hasil kelak di akhirat yang akan kita terima tergantung respons kita terhadap   segala sesuatu yang terjadi disekitar kita saat ini, ketika kita hidup di dunia.

Sekali lagi, Responslah sang Pembeda itu. Oleh karenanya,   kemampuan bagaimana agar kita mampu merespons dengan tepat semua kejadian yang ada disekitar kita terlepas dari kejadian tersebut positif atau negatif pada awalnya menjadi sebuah keahlian yang  sangat penting dan mutlak untuk bisa kita miliki.

Respons yang kita berikan berdampak besar untuk kehidupan kita. Semakin kita berlatih mendesainnya, semakin cepat kita berjalan menuju titik kesuksesan yang kita tuju.