Start Preparing, not just planning
.
Jika ada sosok pe-Bisnis yang harus dijadikan panutan, menurut saya salah satu yang wajib dipelajari dan ditelusuri kehidupannya adalah seseorang bernama Abdurrahman bin Auf
.
Menurut beberapa literatur sejarah dan shirah sahih yang pernah saya baca, rata-rata 3-4 kali dalam setahun beliau membagi-bagikan hartanya secara cuma-cuma pada penduduk madinah
.
Yang membuat terkejut adalah, sekalinya membagikan hartanya, biasanya di angka 40ribu dinar
.
Jika harga emas di hari minggu, 2 Juli 2017 adalah sekitar 570ribu per gram dan sementara 1 dinar adalah 4,25 gram, maka jumlah sekali membagikan harta Abdurahman bin Auf adalah sekitar 96,9 Milyar rupiah, sangat fantastis
.
Yang lebih menarik, pernah dalam sebuah antrian ketika Abdurahman bin Auf membagikan hartanya terdapat Utsman bin Affan disitu
.
“Hai Utsman, bukankah engkau juga orang yang sangat kaya? mengapa ikut mengantri?”orang-orang pun menanyai Utsman
.
“Harta Abdurrahman bin Auf, adalah harta yang barakah, bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan mengisi perut keluargaku dan mengaliri darah kami dengan harta yang diberkahi Allah dan didoakan oleh Rasulullah” jawab Utsman
.
Apa yang membuat Abdurrahman bin Auf begitu istimewa?

Saya sempat melakukan survey ringkas kepada beberapa corporate leaders dan menanyakan sebuah pertanyaan sederhana, “menurut anda adakah perbedaan signifikan antara perencanaan dengan persiapan?
.
seluruh responden (yang tentu tidak bisa di-klaim mewakili populasi manapun) tidak menemukan beda antara kedua istilah tersebut
.
Pun bila saya tanyakan, apakah beda antara ‘merencanakan pernikahan’ dengan ‘mempersiapkan pernikahan’? maka jawaban serba ragu pun ikut muncul
.
Adalah Abdurrahman bin Auf, yang menolak tawaran luar biasa menggiurkan dari Saad bin Ar-Rabi yang menawarinya kebun luas, rumah yang nyaman, serta dinikahkan dengan wanita yang cantik jelita dan secara halus mengatakan ‘tolong tunjukkan jalan ke pasar’, Kemudian yang menawari bertanya ‘apa yang hendak kau lakukan?’, “InsyaAllah, dalam sebulan ini saya akan menikah” Sahut Abdurrahman bin Auf mantap
.
Rencana menikahnya Abdurrahman bin Auf bin auf tersebut rupanya kenyataan dilapangan menjadi: hari pertama menjadi kuli panggul dan pesuruh, hari kedua menjadi makelar (reseller), hari ketiga dipercaya mulai mengelola modal sendiri, dan kemudian di hari ke 29 mendatangi Rasulullah dengan pakaian yang serba wangi dan menyatakan Saya sudah menikah
.
planning (perencanaan) erat kaitannya dengan bagaimana individu membangun bayangan dalam pikirannya tentang apa yang akan terjadi
.
planning tak ubahnya mengaktifkan aplikasi peta di smartphone kita, yang biasanya terdapat dua hal penting; yakni destination (tujuan), dan alternatif rute untuk mencapainya
.
menariknya, domain atau wilayah proses mental planning adalah dalam pikiran, belum perbuatan
.
sementara preparation, menurut Steve Blank yang merupakan professor dari Stanfor University berada pada domain perilaku, ia berada pada upaya individu untuk senantiasa melakukan sesuatu dalam rangka menguasai keterampilan atau karakter tertentu
.
Maka alih-alih bermegah-megah dalam menyempurnakan perencanaan, tentunya akan lebih indah bila disertai berpayah-payah dalam persiapan
.
Lalu, sedang dalam proses manakah anda saat ini?