Sebuah riset yang dilakukan oleh Dale Carnagie Indonesia yang dirilis pada Oktober 2017 menyatakan bahwa hanya 25% karyawan millennial yang loyal terhadap perusahaannya, sisanya sebesar 66% dinyatakan kurang loyal dan 9% tidak loyal. Riset ini dilakukan terhadap 1.200 responden yang merupakan karyawan millennial dan generasi sebelumnya. Hal ini perlu diperhatikan oleh Anda, karena kemungkinan dapat berpotensi meningkatkan tingkat turnover di perusahaan Anda. Padahal menurut riset Sociolab, mereka cenderung bekerja lebih efektif dan cerdas dan tentunya hal itu dapat meningkatkan mendapatan perusahaan jika Anda dapat memaksimalkan potensi mereka.

 

Salah satu cara untuk memaksimalkan potensi karyawan millennials tersebut adalah dengan menerapkan employer branding di perusahaan Anda. Lalu apa sebenarnya employer branding itu? Mari kita bahas sedikit mengenai employer branding itu sendiri.

 

Menurut penggagas konsep employer branding, Tim Ambler dan Simon Barrow, Employer Branding adalah sebuah proses memberikan paket lengkap berupa keuntungan fungsional, ekonomi dan psikologis dari suatu jabatan ataupun pekerjaan oleh perusahaan kepada karyawannya. Sehingga nantinya Employer Branding ini akan menjadi Company Branding dan pengembangannya adalah membuat perusahaan sebagai great place to work.

 

Sekarang ini mungkin terdapat perdebatan mengenai employer branding, beberapa beranggapan bahwa employer branding bertujuan dan berfokus pada internal perusahaan yang berusaha membuat karyawan yang telah bekerja di perusahaan merasa bahagia bekerja disana dan merasa perusahaannya adalah the greatest place to work. Sedangkan anggapan lain menyatakan bahwa employer branding bertujuan untuk membuat proses rekrutmen menjadi lebih mudah, karena banyak orang ingin bekerja di perusahaan Anda dengan brand perusahaan yang baik.

 

Jika lebih diperhatikan lagi sebenarnya ada benang merah diantara kedua pandangan tersebut, yakni bagaimana cara membuat perusahaan Anda jauh lebih baik, sehingga karyawan yang telah bekerja di perusahaan Anda semakin nyaman bekerja dan perusahaan Anda pun diminati oleh calon pelamar yang ingin bekerja di perusahaan Anda.

 

Jika Anda mencari referensi mengenai perusahaan mana yang paling sukses menerapkan employer branding, mungkin semua orang sepakat bahwa Googleplex adalah jawabannya. Siapa yang tak mengenal budaya kerja di kantor Google ini? Perusahaan search engine terbesar di dunia ini terkenal dengan kantor yang sangat ramah karyawan, atau sangat nyaman bagi karyawannya. Perusahaan yang bermarkas di Silicon Valley, California, AS ini bahkan disebut sebagai perusahaan dengan tempat kerja terbaik di dunia. Hal ini tak terlepas dari banyaknya pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh Google.Inc kepada para karyawannya, dan hal ini pun tentunya meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja para karyawannya.

 

Layaknya Googleplex yang memberikan banyak fasilitas dan pelayanan bagi karyawannya, Anda pun tentu dapat menerapkan hal tersebut di perusahaan Anda. Jika kita kaitkan dengan salah satu prinsip dalam merespons, yakni “Apapun kejadiannya, hasilnya tergantung respons yang Anda berikan”, Employer branding sebenarnya dapat dikatakan sebagai respons yang tepat jika Anda menghadapi permasalahan mengenai loyalitas karyawan millennials khususnya. Maka kemungkinan besar loyalitas mereka akan meningkat dengan adanya employer branding yang baik di perusahaan Anda.

 

Jadi, kapan Anda mulai menerapkan employer branding di perusahaan Anda?