Sebagai mahluk sosial yang diciptakan harus selalu berhubungan dengan orang lain, maka selazimnya kita harus tahu bagaimana caranya untuk dapat  mampu selalu berhubungan baik dengan orang- orang sekeliling kita.

 

Mungkin ribuan buku yang membahas bagaimana berkomunikasi yang efektif, bagaimana agar diperhatikan, dipromosikan dan seni mempegaruhi orang lain  sudah beredar dan dibaca oleh Anda.

 

Ada satu pondasi yang saat ini akan kembali dibahas, yaitu kedudukan kita sebagai pelayan bagi orang lain. Ya, Pelayan atau pembantu, Anda boleh bilang servant atau sherpa atau apapun yang intinya kita adalah makhluk yang harus melayani semua konsumen.

 

Harus dipahami, bahwa personally kita ini memiliki konsumen  (baca : pengguna jasa)tetap dan tidak tetap, siapa saja? orang disekeliling kita adalah konsumen kita, anak, istri, suami, atasan, sejawat, bawahan bahkan supir pribadi dan pelayan pun adalah konsumen kita.

 

Konsumen yang tidak tetap adalah : konsumen pengguna jasa kita sewaktu-waktu (Insidentil).

Contohnya konsumen tidak tetap seorang trainer adalah pengguna jasa trainingnya.

Anda juga memiliki konsumen tidak tetap Anda sesuai dengan keahlian khas yang anda miliki. Coba bayangkan, siapa sajakah mereka?

 

PERMASALAHANNYA adalah kita sering berfokus kepada konsumen tidak tetap, memberikan service dan respons yang luar biasa agar mereka menjadi konsumen tetap kita, dan melupakan konsumen tetap kita sesungguhnya, dan ketika konsumen tetap kita tidak puas dan komplain dengan gayanya yang khas maka akan berdampak langsung terhadap service kita kepada konsumen tidak tetap kita. Terbayangkah?

 

Contohnya begini, ketika istri seorang trainer komplain karena jarang ada waktu bersamanya, apabila komplainnya tingkat rendah atau sedang mungkin itu tidak terlalu mempengaruhinya. Tapi jika komplain dengan tingkat tinggi, sampai ribut dan meninggalkan rumah, bisa dipastikan Pusinggggg ketika harus memberikan training tentang  hebatnya komunikasi suami istri dan kemungkinan besar hal tersebut akan berdampak pada training dan audiencenya. Karena trainer tersebut melanggar pakemnya sendiri dalam trianing, dan niscaya akan ditinggalkan oleh captive marketnya.

 

Dalam hal ini artinya kita harus mampu memberikan respons yang baik terhadap semua konsumen kita, baik itu konsumen tidak tetap terlebih pada konsumen tetap.

 

-Harri Firmansyah R

High Class Response Designer