Jika Kau Ingin Merusak Sebuah Keluarga, Rusaklah Dulu Ibunya.

Mengakhiri weekend ini, ingin rasanya mengapresiasi untuk seseorang yang seminggu ini berjibaku luar biasa..istriku, Emaknya Anak anak…dan bisa jadi ini apresiasi untuk seluruh emak emak di bumi Indonesia ini.

Setelah anak anak kita libur panjang minggu ini, perjuangan itu kembali dimulai. Start dari mempersiapkan perlengkapan sekolah anak-anak kita, Membangunkan mereka dipagi hari dengan challenge yang sangat besar, siapkan makan, minum, bekal, anter dan jemput mereka ke dan dari sekolah..

Lelah dan stress setelah dibuat bingung dengat sistem zonasi dan mati matian mencarikan sekolah lanjutan anak anaknya dua minggu sebelum senin kemarin, setelah “dapet” sekolah anak anak..istri kita-kita ini masih berjibaku bagaimana agar mereka bisa tetap kerja sekaligus bisa mengantar anaknya tanpa telat…beuhh, Xena-mah lewat !!

Di tengah-tengah mengilhami posisi True Princess Warriors dan ammmazed akan bagaimana mereka merespons kesibukan mereka yang melompat secara eksponsial minggu ini, seorang teman saya menulis caption di IG-nya, menarasikan percakapan Iblis dengan syaitan yang kurang lebih isinya begini :

Jika Kau Ingin Merusak Sebuah Keluarga, Rusaklah Dulu Ibunya!

Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi.

Jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya.

Biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya.

Setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri.

Sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki.

Buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga.

Jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya.

Gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya, dari suaminya.

Goda lisannya untuk berkata kasar, hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura surga dalam rumah.

Dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang IBU.
******

Seketika hati berdesir keras menamatkan cerita di caption itu..

Ahh…Aku ada gak ketika istriku sibuk mengurus rumah tangga kami ya? Kalo iya aku ada, apakah aku juga Hadir untuk membantunya???

Bro, Anda dan saya yang sama-sama Bapak Rumah Tangga, mari bahagiakan istri kita..

Dengan cara apa? traveling keliling dunia? Memberikan kemewahan hidup? Tentu boleh boleh saja kalo Anda memang Allah mampukan untuk hal-hal tersebut.

Ternyata membahagiakan istri kita ga perlu nunggu hal diatas terjadi. Hal sederhana yang Anda lakukan dalam keseharian, bisa mereka rasakan lebih dari previledge dan kemewahan.

Apa itu??? Tawarkan bantuan terhadap mereka…disela sela rutinitasnya, tanya dengan kesungguhan hati Anda..”Sayang, apa yang bisa aku bantu??”..

Bisa jadi dia mengomel dan bertanya balik “Kok baru sekarang kamu bilang seperti itu??” Atau “Gitu dong!! Berempati!!” Jika iya masih seperti itu…..Tong saruana!!

sebagai laki-laki yang lagi berusaha menaikkan ketakwaannya..Jaga amarah dan maafkan!! namanya juga istri kita tuh lagi capek dan kelelahan.

Tanya lagi dengan kelembutan hati..” Jadi apa yang bisa aku bantu?”, dijawab ga dijawab..bantuinlah! Apa aja yang bisa Anda lakukan..lakukan..Derr aja..

Semoga hal sederhana itu bisa menjauhkan istri kita dari kelelahan yang teramat sangat..dan kemudian apa yang diplanningkan Iblis dan syeitan di cerita atas tadi ga terjadi..

Why? Karena ada Anda yang senantiasa mendampingi mereka dalam susah, dalam susah, dalam susah dan dalam senang.

****
Doa Saya semoga orang orang yang Anda cintai mendapatkan pemahaman dalam menjalani hidup bersama Anda.

seperti biasa, supaya lebih ngena saya sertakan tulisan ini dengan sebuah video, selamat menyimak. Semoga bermanfaat

https://www.youtube.com/watch?v=ovOUl5AxTAg&t=80s

Leave a comment